Jalanku

Semua tetap berputar, ya, waktu
Yang abadi ketika tak ada yang benar-benar disembunyikan.
Namun ketika kuberjalan, ada banyak persoalan yang melintas dalam benak ini.
Ketika itu banyak hal yang harus kuhadapi.
Mulai dari bayangan yang terlintas dipenglihatanku.
Mengikuti ketakutan dalam hati kecilku.

Apa yang tak pernah terjadi bilamana aku datang padamu.
Hanya lelah yang tak tau arah,
Yang kudengar bahwa kau tahu
Ketika aku mulai lemah, butuh waktu untuk menyendiri agar aku bisa merenungkan kejadian-kejadian
Yang telah terjadi.
Kenapa ada penderitaan yang semakin bertambah. Kenapa ada pengharapan yang semakin nyata.
Aku mengikuti jalan kehidupan yang tak tau akan membawaku kemana.
Setelah aku berhenti berjalan aku tahu ternyata aku tersesat.
Tapi baiknya ada harapan walau itu sekecil apapun.
Biarlah terbuka jalan terbaik, agar semua rencana menjadi nyata.
Biarlah keluar air mata ini, meski kutahu, tak semua jalan akan mengarah kepada kehidupan yang kekal.
Hanya..aku tak tahu mana itu kesempatan dan kehilangan.
Ku berjalan mengikuti tajamnya waktu, ketika kutahu janji Tuhan pasti ada dan terjadi.
Aku tahu aku akan melewati berbagai pelajaran,
Namun pelajaran dalam perjalanan ini tidak bisa hanya dipikirkan sekali.
Apa yang akan terjadi mulai ku usahakan dan berterimakasih atas hal yang terjadi dalam hidupku.
Mulai aku belajar tentang keselamatan, bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Tuhan.
Jalanku, jalanku, jalanku yang penuh warna, hingga matahari senja pulang ke peraduannya, aku tetap mendayung sampan kehidupan sampai aku dapat menjumpaimu lagi, menemuimu dikala aku telah lama hidup di dunia ini, disini, dalam teman digitalmu yang membawa terang dan gambar pengetahuan yang luas, yang kuraba dalam jemariku, satu jiwa, dalam rindu yang telah berpulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Asal Mula Marga di Pulau Nias

Konon, Lowalangi (Mula Jadi Na Bolon bagi orang Batak)menciptakan langit berlapis Sembilan. Lalu menciptakan pohon kehidupan bernama Tora’...